Wednesday, February 24, 2010

Kenapa Kacang?

Ini adalah pertanyaan yang sudah sedemikian sering ditanyakan ke gw, sampe gw udah capek banget untuk jawabnya. Beberapa malah udah menafsirkan sendiri sebelum dijawab. Ada yg nebak karena gw suka ngacangin orang, ada yg bilang krn gw punya kebon kacang, dll.

Tp alesan sebenarnya:

Saat pertama kali gw menjadi backing vocal Element, rambut gw cukup gondrong, karena saat itu gw sedang kuliah, dan sejak lulus sma memang sengaja tidak mencukur rambut. Menurut saran dari stylist Element (Adik Karuniawan) saat itu, sebaiknya rambut gw dicukur, krn rambut gondrong kurang cocok untuk gw.

Ternyata yg dimaksud oleh Adik adalah merapikan rambut gw. Sedangkan langkah yg gw ambil adalah mencukur plontos kepala gw. Beberapa yang sudah terbiasa melihat gw dengan rambut yg gondrong sempat kaget. Salah satunya adalah Ferdy Tahier dan Didi Riyadi. Suatu pagi di dlm pesawat saat kita akan berangkat tur (gw lupa saat itu di kota apa), Didi nyeletuk: "kepala lo gw liat2 kaya kacang".

Nah sejak saat itu, panggilan kacang selalu menempel di belakang nama Mario, termasuk hingga pengerjaan album Afgan. Akhirnya krn kepalang tanggung, gw jadikan saja nama "Mario Kacang" sebagai nick gw utk berkarya. Itulah cerita yg sebenarnya.

Tuesday, February 23, 2010

Fase: Terima Kasih Cinta

Seperti halnya rantai yang terkait, begitupun perkembangan karir gw saling terkait satu dengan yang lain. JGV mempertemukan gw dengan teman2 di grup Tangga, yg selanjutnya mempertemukan gw dengan Element. Fajar Element, mempertemukan gw dengan Afgan. Jadi saat itu Fajar sedang mengerjakan music untuk album perdana Afgan. Gw diminta untuk membantu proses pengerjaannya di studio. Mulai dari bersama-sama mencari nada, menulis lirik, hingga mendirect vocal.

Mengingat hal ini merupakan hal baru, gw langsung menyanggupi dan tertarik untuk ikut membantu. Maka proses membangun chemistry pun berjalan. Mulai dari keluyuran, nonton, begadang, makan, semua dilakukan bersama antara gw, Fajar, Afgan, dan beberapa teman lain. Akhirnya dari hal itu terciptalah lagu “Entah” dan “I.L.U”.



Suatu hari saat gw dan Afgan di studio, gw tiba2 teringat kalo gw punya satu lagu, yang sepertinya akan menjadi sesuatu, bila dinyanyikan oleh Afgan. Maka gw segera membuat guide lagu yg gw beri judul “Terima Kasih Cinta”, kemudian gw presentasikan ke Wanna-b. Ibu Tessy Djamalus segera menyetujui materi yg gw berikan itu, dan akan dimasukan ke dalam album tersebut. Beberapa hari kemudian, menyusul lagu “Hilang rasa”.

Album Confession No.1 rilis Januari 2008, dengan single pertama “Terima Kasih Cinta”, yg segera merajai setiap chart di radio dan televisi. Kesuksesan yang terasa begitu manis, karena kami saat itu hanyalah label baru, arranger baru, penulis lagu baru, dan penyanyi baru. Tetapi kami sudah bisa mengalahkan para senior kami (walaupun bukan itu tujuan kami berkarya). Kesuksesan kami tidak perlu dipertanyakan lagi. Hari ini, siapa yang tidak tahu Wanna-b, atau Afgan.. Anda pasti tidak tinggal di Indonesia, atau anda mungkin apatis dan cenderung autis. Intinya, 2008 adalah milik kami. Kami sudah pernah memenangkannya, dan mungkin suatu hari kami akan coba membuat masterpiece itu sekali lagi, kita tunggu saja.

NexX

Setelah JGV mebubarkan diri dan bergabung dengan Element, gw tetap punya satu keinginan untuk membentuk band baru, yang menyanyikan lagu karya gw sendiri. Maka pada Sepetember 2005, gw membentuk band dengan nama Mario Band. Personel saat itu Gw (Vocal), Joey (Bass), Dhika (Gitar) dan Rama (Drum). Tapi karena perbedaan pendapat, Dhika dan Rama akhirnya mengundurkan diri. Sebagai gantinya hadirlah Chris (Gitar) dan Jehan (Drum). Setelah beberapa saat bersama dan sempat tampil di acara private party suatu sekolah, Joey memutuskan untuk mundur, dan bergabung dengan 21 First Night. Sebagai gantinya, gw menunjuk Randy, dan menambah satu personel di posisi keyboard, Ucha.



Dengan formasi ini gw akhirnya mencoba untuk membuat demo karya gw sendiri. Saat itu lagu yg di rekam adalah “Ketulusan Hati”. Tapi setelah itu, kembali terjadi perpecahan di dalam band. Sehingga Randy dan Ucha pun mundur. Sebagai gantinya hadirlah Juna di posisi bass. Untuk keyboard, gw lebih memilih additional player dibanding harus mencari personel tetap. Tidak berhenti sampai disitu, Jehan kemudian memilih mundur. Maka audisi drummer pun dibuka. Sempat hadir Joe, yang kemudian diganti lagi oleh Dirga. Untuk posisi Keyboard, akhirmya diputuskan menunjuk Andrew sebagai personel tetap. Fase pergantian personel ini memakan waktu hingga 1 tahun setengah lebih. Jujur saat itu perkembangan band ini sangat lambat, karena para personelnya terganggu jadwal kuliah, khusus gw ditambah dengan jadwal tur Element. September 2007, Nama Mario Band pun akhirnya diganti dengan nama NexX. Perubahan nama itu ditandai dengan keluarnya Dirga, yang digantikan oleh Aldy Bebek.







September 2007 akhirmya NexX memulai untuk membuat demo secara lebih focus. Saat itu gw menunjuk Arya dan Fajar Element sebagai music producer. Proses rekaman dilakukan di studio Wanna-b. Hasilnya terkumpul lah 5 buah lagu, yang kemudian kita tawarkan ke beberapa label. Tetapi ternyata hasilnya belum memuaskan, walaupun ada label yang tertarik, tetapi saat itu NexX membidik sasaran yang lebih besar (major label). Kemudian dalam perjalanan selanjutnya, Andrew memutuskan mundur karena sudah tidak satu visi lagi dengan gw, selain itu karena dia sudah mendapatkan pekerjaan yang lebih pasti.



Perjalanan NexX (dengan nama ini) kemudian terhenti pada September 2008, setelah gw memutuskan untuk melakukan revolusi total di dalam tubuh band, termasuk warna music, hingga nama band itu sendiri. September 2008, NexX berubah nama menjadi Biru Langit. Cerita tentang Biru Langit akan gw sambung di fase yang berbeda. Thanks..

Element



Perjalanan bersama JGV mempertemukan gw dengan banyak teman2 lain. Terutama yg sama2 menggemari dunia R&B dan Hiphop. Salah satunya adalah Desty (Eks Tangga) dan Kamga (Tangga) yg pernah ikut jamming bersama JGV.

Di kemudian hari, Desty dan Tata (Tangga) lah yang membuat gw bisa menjadi backing vocal Element. Mereka menawarkan gw untuk audisi karena saat itu Element sedang mencari backing vocal. Dan hasilnya gw terpilih setelah menyingkirkan beberapa kandidat.

Perjalanan panjang pun dimulai. 1 hari setelah audisi (di daerah Tebet jam 10 malam), gw udah harus ikut tur Element ke Lombok. Saat itu, hal itu merupakan pengalaman yang luar biasa. Dari cuma sekedar penyanyi cafe di Jakarta, dalam hitungan beberapa jam, gw sudah berada di Lombok, ditengah panggung besar, bersama band ternama, di depan ribuan fans mereka. Saat itu gw sangat beruntung, karena ternyata Element dan team sangat membantu gw untuk tetap tenang, selain itu juga belajar setiap hal tentang musik, tur, industri, dan lain2.





Saat itu yang paling banyak membantu gw adalah Ferdy Tahier, dan Johandi Yahya (Oxygen Ent.) Ferdy mengajarkan bagaimana berkomunikasi yg baik dengan audience, bernyanyi yang baik, dan beberapa hal lain. Sedangkan Jo lebih ke arah bagaimana menjadi penyanyi yang bersikap baik, menjadi manusia yg lebih baik, dan spiritual.

Perjalanan bersama Element masih terus berlanjut, hingga promo Resonansi dan Neo Resonansi (Album ke 5 Element) berakhir. Akhirmya gw berhasil menginjakan kaki di setiap pulau di Indonesia. Mulai dari Aceh hingga ke Jayapura. Show demi show, panggung demi panggung, kota demi kota, perjalanan dengan kapal, pesawat, bus, mobil, kereta, mulai dari pagi, siang, sore, malam, hingga subuh, perasaan rindu rumah, semua gw lewatin bersama Element. Tur panjang yang harus gw bayar mahal dengan memutuskan untuk cuti dari kuliah untuk 1 semester. Tapi setelah itu semua berlalu, gw ga menyesal sedikitpun. Kenangan tidak bisa dibayar dengan apapun, termasuk gelar. Toh akhirnya gw menyelesaikan kuliah dan menjadi sarjana Hukum (Mama, makasih utk setiap semangat dan paksaannya, haha..)

Element kemudian merilis album ke 6, dengan judul Terang. Sayangnya album ini kurang diminati oleh penikmat musik di Indonesia. Dan pada pertengahan 2009, seiring dengan rilisnya single Birulangit (band gw berikutnya), gw mengakhiri perjalanan bersama group yang sudah sangat berjasa dalam perkembangan karir gw ini. Karena setelah 4 Tahun bersama, masih ada mimpi yang harus gw raih sendiri. Perpisahan itu terjadi setelah gw manggung dengan Element di Bogor. Tapi sampai kapanpun, Element tetap akan menjadi keluarga kedua gw. Dan Parlement akan tetap menjadi teman2 yang luar biasa bagi seorang Mario Kacang. Thanks guys!

Jakarta's Greatest View (JGV)

JGV adalah band top 40 yg cenderung lebih ke arah R&B, tempat gw bernaung dari 2003 hingga 2005. JGV sendiri sudah berdiri sejak tahun 2001. Menurut gw, JGV adalah awal dari karir gw bermusik, khususnya untuk menjadi lebih profesional. Setelah bergabung dengan JGV, gw mulai menjadikan musik sebagai salah satu pendapatan, bukan sekedar hobi, walaupun saat itu masih mengedepankan kesenangan (maklum saat itu gw masih kelas 3 sma).

Tidak lama setelah gw bergabung, job pun mulai berdatangan. Gw masih inget pertama kali tampil bersama JGV itu di acara Prom Night SMU Dwi Warna di daerah Parung. JGV memainkan 5 lagu, dan acara tersebut sukses besar. Semua yang menyaksikan kami ikut bernyanyi dan berjoget bersama.

Setelah beberapa kali tampil di acara private party, JGV mulai mencoba tampil sebagai band regular di beberapa cafe. Hampir semua cafe di daerah kemang sudah JGV taklukan. Selain itu beberapa hotel di daerah Jakarta Utara, Jakarta Pusat, hingga Cilandak Town Square. Dan semua memiliki kenangan tersendiri.

Tidak banyak berbeda dengan band cafe pada umumnya, JGV pun mengalami beberapa kali pergantian personel dan formasi. Sejak 2003 hingga 2005, orang2 yang pernah terlibat di JGV adalah:

*) Drum > Jehan, Rendi, Adit, Prama.
*) Bass > Rovie, Joey (saat ini 21 First Night).
*) Gitar > Dipta, Putro, Handi.
*) Keyboard > Radit, Gilang (eks Soul.id), Kitut (saat ini Storia).
*) Vocals > Gw, Kyriz (saat ini Boogiemen), Mike Mohede, Vidi, Tasha, Tata, Eqi, Wahid.

JGV bubar sekitar akhir 2005. Saat itu beberapa personel harus meneruskan mimpi mereka, yang tidak mungkin dicapai dengan JGV. Tetapi gw merasa beruntung pernah mengenal teman2 di JGV, dan pernah tergabung di group ini.