Tuesday, February 23, 2010

Fase: Terima Kasih Cinta

Seperti halnya rantai yang terkait, begitupun perkembangan karir gw saling terkait satu dengan yang lain. JGV mempertemukan gw dengan teman2 di grup Tangga, yg selanjutnya mempertemukan gw dengan Element. Fajar Element, mempertemukan gw dengan Afgan. Jadi saat itu Fajar sedang mengerjakan music untuk album perdana Afgan. Gw diminta untuk membantu proses pengerjaannya di studio. Mulai dari bersama-sama mencari nada, menulis lirik, hingga mendirect vocal.

Mengingat hal ini merupakan hal baru, gw langsung menyanggupi dan tertarik untuk ikut membantu. Maka proses membangun chemistry pun berjalan. Mulai dari keluyuran, nonton, begadang, makan, semua dilakukan bersama antara gw, Fajar, Afgan, dan beberapa teman lain. Akhirnya dari hal itu terciptalah lagu “Entah” dan “I.L.U”.



Suatu hari saat gw dan Afgan di studio, gw tiba2 teringat kalo gw punya satu lagu, yang sepertinya akan menjadi sesuatu, bila dinyanyikan oleh Afgan. Maka gw segera membuat guide lagu yg gw beri judul “Terima Kasih Cinta”, kemudian gw presentasikan ke Wanna-b. Ibu Tessy Djamalus segera menyetujui materi yg gw berikan itu, dan akan dimasukan ke dalam album tersebut. Beberapa hari kemudian, menyusul lagu “Hilang rasa”.

Album Confession No.1 rilis Januari 2008, dengan single pertama “Terima Kasih Cinta”, yg segera merajai setiap chart di radio dan televisi. Kesuksesan yang terasa begitu manis, karena kami saat itu hanyalah label baru, arranger baru, penulis lagu baru, dan penyanyi baru. Tetapi kami sudah bisa mengalahkan para senior kami (walaupun bukan itu tujuan kami berkarya). Kesuksesan kami tidak perlu dipertanyakan lagi. Hari ini, siapa yang tidak tahu Wanna-b, atau Afgan.. Anda pasti tidak tinggal di Indonesia, atau anda mungkin apatis dan cenderung autis. Intinya, 2008 adalah milik kami. Kami sudah pernah memenangkannya, dan mungkin suatu hari kami akan coba membuat masterpiece itu sekali lagi, kita tunggu saja.

1 comment: